Tampilkan postingan dengan label Dunia Sablon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Sablon. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2016

SETTING FILM SABLON 2


Separasi CMYK Halftone untuk Print Film Sablon

   Kalau sebelumnya di blog ane ngebahas cara buat film sablon/membuat efek halftone dengan corelDraw pada kali ini akan ane bahas cara bikin efek halftone sablon manual dengan photoshop.
  Sebenarnya langkah-langkahnya tidak jauh beda,hanya kalau di photoshop,untuk membuat efek halftone harus di pisahkan warna CMYK-nya terlebih dahulu, baru di rasterkan/di beri efek halftone pada masing-masing warna, tidak otomatis seperti pada coreldraw,berikut caranya.

ِِContoh gambar yang akan kita buat adalah gambar ini



Langkah 1

buka file gambar  di page photoshop

Langkah 2
Ubah warna file ke CMYK. Klik menu Image à Mode à CMYK
Color

Langkah 3
Perhatikan tab -àLayers sebelah kanan klik tabà Channels, mode-nya sudah berubah menjadi CMYK.  
1
2
Pisahkan channel, klik àtanda panah kecil di pojok kanan atas tab
Channels tersebut, lalu pilih 
àSplit channels.

Preview Hasilnya 
 Sekarang file sudah terpisah berdasarkan warna  Cyan,
Magenta, Yellow dan Black.


Cyan,              Magenta,        Yellow      dan  Black.

Langkah 4
Seperti Halnya pada CorelDraw Image Di rubah dahulu Menjadi -->Bitmap

Langkah 5
 langkah selanjutnya adalah membuat raster atau titik-titik/efek halftone dari tiap channel yang telah dipisahkan. Contoh channel yang pertama atau Cyan. Klik Menu Image --> Mode --> Bitmap
Akan muncul box setting untuk parameter Bitmap. Pada kotak
Output Resolution isi 300 dan pada Method Use pilih Halftone Screen  dan klik OK

Setelah klik ok akan muncul box setting
Langkah 6
Pada box setting
Isi Frequency = 70Angle = 100 dan Shape = Ellipse
Untuk Angle tiap-tiap channel berbeda-beda yaitu :
C=100, M=15, Y=0, K=45. Maka Hasilnya akan Terlihat seperti ini.
Bisa dilihat sekarang file foto channel Cyan sudah terbentuk dot rasternya (titik-titik).
Ini adalah penampakan efek halftone yang berupa dot-dot atau titik kecil(raster)
Lakukan langkah 4,5,6 untuk  semua channel CMYK ,setelah semua di lakukan pada masing-masing Chanel Save( atau langsung di print screen) selesai dan tinggal di pindahkan ke alat screen.



Gini Sob Hasil sablonan kaos yang tadi filmya di setting


Monggo Di coba 





Kamis, 14 Januari 2016

SETTING FILM SABLON 1

Separasi CMYK Halftone untuk Print Film Sablon


Bagi sobat-sobat yang masih menggeluti dunia sablon manual/yang baru mau mulai dengan dunia sablon manual,kadang masih menemui beberapa kesulitan untuk membuat efek halftone,karena seringnya kita membuat di toko sablon/kita serahkan file ke toko sablon dan kita terima beres,efek halftone ini gampangnya adalah gambar yang di ubah menjadi dot-dot kecil/titik kecil ,yang nantinya akan menempel di film sablon klise/atau kertas screen .dan kemudian  akan di pindahkan ke screen sablon.sebenarnya hampir sama dengan dunia cetakan ada istilah density,raster,image blok,vector dll,contoh di cetakan dari file menjadi  film klise , masuk ke plate yang menjadi media  pemindahan tinta ke blanket kemudian ke kertas,,atau sekarang zaman modern sudah tidak menggunakan film klise lagi dari file langsung ke plate (ctp),dunia sablon manual juga memiliki proses yang hampir sama,dari file ke film sablon terus ke secreen sablon  yang menjadi alat meresapnya tinta ke kain atau media yang lain. Tetapi ini bukan baku ,karena pengalaman ane pribadi bahkan tidak usah membutuhkan film sama sekali,(akan di jelaskan pada bab jalan pintas membuat film sablon manual )

Dalam dunia sablon ada beberapa media software yang bisa di gunakan untuk membuat efek halftone seperti corel draw,photoshop,adobe ilustrator,pistop,indesign dll,tetapi yang paling  banyak di gunakan adalah corel dan photoshop.berikut ini akan saya jelaskan cara setting film sablon satu warna /dua wran/duo tone/cmyk(sparasi) ada juga yang menyebutnya dengan istilah pecah warna ,tetapi sebenarnya istilah  itu, hanya berlaku pada photoshop(akan di jelaskan pada bagian setting film sablon menggunakan photoshop)

Kalau gambar kita buat sendiri kita bisa atur sparasi CMYK,tapi Jika kita mengambil Gambar dari internet atau yang belum di setting cmyk ,biasanya gambar-gambarnya terdiri dari file RGB. RGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah (Red), hijau (Green), dan biru (Blue), jika gambar yang di inginkan berupa sparasi maka file gambar harus di konversi ke CMYK. Cyan (C), Magenta (M), Yellow (Y), dan Black (K).kenapa harus di rubah terlebih dahulu ?warna RGB warna yang siap bisa langsung di buat tanpa adanya media yang lain artinya dari file langsung ke media terahir,seperti print foto,gambar-gambar,atau file –file yang langsung di print , tetapi jika prosesnya melalui media-media lain sebelum ke media yang terahir maka wajib di konversi menjadi CMYK,seperti kebutuhan pada dunia percetakan yang menggunakan sistem plate ,atau juga seperti halnya juga dunia sablon manual.kecuali sablon manual yang warnanya berbentuk blok pada file berbentuk RGB tidak ada masalah.(akan saya jelaskan pada bagian  sablon image warna blog)

Adapun trik membuat Efek Halftone pada CorelDRAW sebagai berikut;
Gambar yang akan kita setting mislanya Gambar ipin Upin


Langkah 1

langkah ke 2

langkah ke 3

langkah ke 4

langkah ke 5

langkah ke 6
Pada print preview ini sobat bisa lihat preview cmyk-nya ,mudah kan! selamat mencoba poro sedulur dan poro konco

Lanjut ke setting dengan photoshop




Senin, 11 Januari 2016

JENIS-JENIS TINTA UNTUK SABLON


JENIS TINTA UNTUK SABLON KAOS


Mungkin anda bertanya-tanya “Sablon apa sih yang bagus ?”, ini adalah pertanyaan yang sudah umum dipertanyakan jika anda sama sekali tidak pernah berkecimpung di dunia perkaosan (hehe…). Jika anda tanyakan hal ini kepada saya, saya sudah dapat menyerap, bahwa anda bertanya ke arah TINTA SABLON yang digunakan, yap pertanyaan yang benar sebenarnya adalah “Tinta Sablon apa sih yang bagus ?”. Kali ini saya akan lebih mengarah kepada penjelasan tentang jenis-jenis tinta sablon itu sendiri.
Tinta bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase yang juga sering disebut plastisol.
1. Tinta Jenis Waterbase / Berbasis Air
  • Tinta Rubber Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsikan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.
  • Coating / Transparan, umumnya difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.
  • Extender, Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu / menyerap pada bahan.
  • Super white Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.
  • Puff / Timbul, Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.
2. Tinta Jenis Plastisol / Solvenbase / Berbasis Minyak
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.
  • All Purpose, Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.
  • High Opasity, Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.
  • Athletic Plastisol, Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.
  • Cork Base, Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.
  • Shimmer Gold & Base, Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.
  • High Density Clear, Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.
  • Wiflex Luna Clear, Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.
  • dll.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis tinta sablon yang digunakan pada kaos-kaos distro, baik pada tahap awal ataupun penyempurnaan design yang digunakan, tetapi jenis-jenis tinta di atas lah yang sering digunakan untuk kaos-kaos distro.dengan berbagai penemuan obat campuran untuk pasta maka jenis-jenis kepekatan tinta kadang bisa di atur.