Kamis, 04 Februari 2016

Step Proses Sablon 3 warna

Ada pemula yang baru belajar sablon, bertanya bagaimana cara menyablon lebih dari 1 warna..? proses perpindahan warnanya bagaimana..?
Untuk menyablon lebih dari 1 warna bermula dari proses cara pembuatan filmnya. Proses pembuatan film ini menggunakan bisa aplikasi Adobe illustrator atau CorelDraw dll . Diharapkan bagi pemula untuk bisa menggunakan aplikasi Design (ga perlu expert lah…) seperti Adobe illustrator, CorelDraw atau Indesign . Di contoh ini kita akan menyablon 3 warna dengan logo Bike To work menggunakan aplikasi Adobe Illustrator.  Kebetulan file yang digunakan adalah file Adobe Illustrator atau vector
Langkah-langkah yang di lakukan ;
  1. Buka file menggunakan aplikasi Adobe illustrator. buka file bike to work 

proses 3 warna 1
proses sablon 3 warna 2

proses sablon 3 warna 3
2.Di gambar ini terdapat 3 warna merah, kuning dan hijau. Yang perlu kita lakukan pastikan jenis kertas yang akan digunakan sudah sesuai. A3, A2 atau A4. Dan posisi yg akan digunakan adalah landscape proses sablon 3 warna 3. 3.Buat register (tanda kotak pojok kanan atas dan pojok kiri bawah). Bentuk register bisa macam2
proses SABLON 3 warna
4.Klo posisi sudah tepat. Lakukan print full gambar tersebut (gambar original).
5. Pada system perpisahan warna ini kita akan timpa warna kuning sebagai dasar warna.
6.Kita hilangkan warna hijau dan merah ( bisa di delete dulu, setelah selesai di undo)
proses SABLON 3 warna 6

7.Kemudian kita beri warna hitam dan print…

proses 3 warna 7
proses SABLON 3 warna 86.
8.Setelah selesai kita kembalikan gambar yang seutuhnya.

proses SABLON 3 warna 9

9.Kemudian kita hilangkan warna merah dan kuning

proses SABLON 3 warna 10

10.Kemudian kita rubah menjadi warna hitam dan di print..

proses 3 warna 117. 11.Kita kembalikan ke gambar utuhnya lagi
proses SABLON 3 warna 12
12.Kemudian kita hilangkan warna kuning dan hijau
proses SABLON 3 warna 13
13.Kemudian kita rubah menjadi warna hitam dan print….
proses SABLON 3 warna 14
14.Setelah itu kembalikan ke warna seutuhnya dan save.
15.Nah.. dari proses pemisahan warna tersebut kita akan mendapat 4 gambar hasil print.
Gambar original, gambar untuk warna hijau, gambar untuk warna kuning dan gambar untuk warna merah
16.Dan SELESAI. TINGGAL DIBUAT FILMNYA…


catatan tambahan :
- semua jenis gambar atau tulisan yang berbentuk blok/bukan sparasi dapat di lakukan dengan cara ini ,baik dua warna,tiga warna,empat warna.

sumber:
https://mejasablon.wordpress.com

Selasa, 19 Januari 2016

BAHAN KAOS 2


     

1.Benang 20s:
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 180 sampai dengan 220 Gram / Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

·         2. Benang 24s:
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
·         3. Benang 30s:
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
·         4. Benang 40 S:
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai

2. Cotton Carded
Seperti halnya bahan cotton combed, bahan cotton carded memiliki beberapa jenis yaitu 20s, 24s, dll, berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya. Hanya saja serat benang yang digunakan dalam bahan cotton carded ini kurang halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. Umumnya bahan cotton carded ini digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, karena harganya relatif murah dibandingkan cotton combed. Cotton carded memiliki tekstur kurang halus namun tetap nyaman dipakai karena terbuat dari 100% serat kapas alam.
3. CVC (Cotton Viscose)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. TC (Teteron Cotton)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 35% Cotton Combed dan 65% Polyester (Teteron). Dibandingkan bahan kaos Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan shrinkage (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali. Harganya pun relatif lebih murah.


Jumat, 15 Januari 2016

SETTING FILM SABLON 2


Separasi CMYK Halftone untuk Print Film Sablon

   Kalau sebelumnya di blog ane ngebahas cara buat film sablon/membuat efek halftone dengan corelDraw pada kali ini akan ane bahas cara bikin efek halftone sablon manual dengan photoshop.
  Sebenarnya langkah-langkahnya tidak jauh beda,hanya kalau di photoshop,untuk membuat efek halftone harus di pisahkan warna CMYK-nya terlebih dahulu, baru di rasterkan/di beri efek halftone pada masing-masing warna, tidak otomatis seperti pada coreldraw,berikut caranya.

ِِContoh gambar yang akan kita buat adalah gambar ini



Langkah 1

buka file gambar  di page photoshop

Langkah 2
Ubah warna file ke CMYK. Klik menu Image à Mode à CMYK
Color

Langkah 3
Perhatikan tab -àLayers sebelah kanan klik tabà Channels, mode-nya sudah berubah menjadi CMYK.  
1
2
Pisahkan channel, klik Ã tanda panah kecil di pojok kanan atas tab
Channels tersebut, lalu pilih 
àSplit channels.

Preview Hasilnya 
 Sekarang file sudah terpisah berdasarkan warna  Cyan,
Magenta, Yellow dan Black.


Cyan,              Magenta,        Yellow      dan  Black.

Langkah 4
Seperti Halnya pada CorelDraw Image Di rubah dahulu Menjadi -->Bitmap

Langkah 5
 langkah selanjutnya adalah membuat raster atau titik-titik/efek halftone dari tiap channel yang telah dipisahkan. Contoh channel yang pertama atau Cyan. Klik Menu Image --> Mode --> Bitmap
Akan muncul box setting untuk parameter Bitmap. Pada kotak
Output Resolution isi 300 dan pada Method Use pilih Halftone Screen  dan klik OK

Setelah klik ok akan muncul box setting
Langkah 6
Pada box setting
Isi Frequency = 70,  Angle = 100 dan Shape = Ellipse
Untuk Angle tiap-tiap channel berbeda-beda yaitu :
C=100, M=15, Y=0, K=45. Maka Hasilnya akan Terlihat seperti ini.
Bisa dilihat sekarang file foto channel Cyan sudah terbentuk dot rasternya (titik-titik).
Ini adalah penampakan efek halftone yang berupa dot-dot atau titik kecil(raster)
Lakukan langkah 4,5,6 untuk  semua channel CMYK ,setelah semua di lakukan pada masing-masing Chanel Save( atau langsung di print screen) selesai dan tinggal di pindahkan ke alat screen.



Gini Sob Hasil sablonan kaos yang tadi filmya di setting


Monggo Di coba 





Kamis, 14 Januari 2016

SETTING FILM SABLON 1

Separasi CMYK Halftone untuk Print Film Sablon


Bagi sobat-sobat yang masih menggeluti dunia sablon manual/yang baru mau mulai dengan dunia sablon manual,kadang masih menemui beberapa kesulitan untuk membuat efek halftone,karena seringnya kita membuat di toko sablon/kita serahkan file ke toko sablon dan kita terima beres,efek halftone ini gampangnya adalah gambar yang di ubah menjadi dot-dot kecil/titik kecil ,yang nantinya akan menempel di film sablon klise/atau kertas screen .dan kemudian  akan di pindahkan ke screen sablon.sebenarnya hampir sama dengan dunia cetakan ada istilah density,raster,image blok,vector dll,contoh di cetakan dari file menjadi  film klise , masuk ke plate yang menjadi media  pemindahan tinta ke blanket kemudian ke kertas,,atau sekarang zaman modern sudah tidak menggunakan film klise lagi dari file langsung ke plate (ctp),dunia sablon manual juga memiliki proses yang hampir sama,dari file ke film sablon terus ke secreen sablon  yang menjadi alat meresapnya tinta ke kain atau media yang lain. Tetapi ini bukan baku ,karena pengalaman ane pribadi bahkan tidak usah membutuhkan film sama sekali,(akan di jelaskan pada bab jalan pintas membuat film sablon manual )

Dalam dunia sablon ada beberapa media software yang bisa di gunakan untuk membuat efek halftone seperti corel draw,photoshop,adobe ilustrator,pistop,indesign dll,tetapi yang paling  banyak di gunakan adalah corel dan photoshop.berikut ini akan saya jelaskan cara setting film sablon satu warna /dua wran/duo tone/cmyk(sparasi) ada juga yang menyebutnya dengan istilah pecah warna ,tetapi sebenarnya istilah  itu, hanya berlaku pada photoshop(akan di jelaskan pada bagian setting film sablon menggunakan photoshop)

Kalau gambar kita buat sendiri kita bisa atur sparasi CMYK,tapi Jika kita mengambil Gambar dari internet atau yang belum di setting cmyk ,biasanya gambar-gambarnya terdiri dari file RGB. RGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah (Red), hijau (Green), dan biru (Blue), jika gambar yang di inginkan berupa sparasi maka file gambar harus di konversi ke CMYK. Cyan (C), Magenta (M), Yellow (Y), dan Black (K).kenapa harus di rubah terlebih dahulu ?warna RGB warna yang siap bisa langsung di buat tanpa adanya media yang lain artinya dari file langsung ke media terahir,seperti print foto,gambar-gambar,atau file –file yang langsung di print , tetapi jika prosesnya melalui media-media lain sebelum ke media yang terahir maka wajib di konversi menjadi CMYK,seperti kebutuhan pada dunia percetakan yang menggunakan sistem plate ,atau juga seperti halnya juga dunia sablon manual.kecuali sablon manual yang warnanya berbentuk blok pada file berbentuk RGB tidak ada masalah.(akan saya jelaskan pada bagian  sablon image warna blog)

Adapun trik membuat Efek Halftone pada CorelDRAW sebagai berikut;
Gambar yang akan kita setting mislanya Gambar ipin Upin


Langkah 1

langkah ke 2

langkah ke 3

langkah ke 4

langkah ke 5

langkah ke 6
Pada print preview ini sobat bisa lihat preview cmyk-nya ,mudah kan! selamat mencoba poro sedulur dan poro konco

Lanjut ke setting dengan photoshop




Rabu, 13 Januari 2016

MENGENAL MESIN JAHIT DAN FUNGSINYA


Kaos,kemeja,celana,jaket dan pakain yang lain yang kita kenakan sehari-hari, tidak di buat oleh satu mesin pada sebuah garment atau konveksi,pakaian ini di buat oleh  mesin jahit jenis yang satu dengan mesin jahit yang lain, yang saling melengkapi,sehingga menghasilkan pakaian yang rapi,indah dan kuat.
     Sebaiknya sebelum anda membuka sebuah usaha konveksi,anda perlu mengetahui secara detail berbagai jenis mesin dan kegunaannya masing-masing mesin, agar pembelian mesin tepat guna .berikut ini akan saya jelaskan jenis mesin yang sering di pakai pada sebuah usaha konveksi secara umum ,akan saya jelaskan satu persatu:

-Mesin Jahit biasa/ Single Needle (Jarum 1)
-Mesin Obras (Overlock)
-Mesin Jahit Overdeck/ Double Needle (Jarum 2)
-Mesin Jahit Rantai

1.Mesin Jahit Biasa 


Mesin Jahit ini sering juga di sebut mesin jahit Single Needle (Jarum satu )Mesin jahit biasa ini bisa mesin yang masih bersifat manual atau yang sudah menggunakan pemutar listrik,tetapi yang manual pun sekarang sudah beralih atau di ganti dengan listrik( di modivikasi),di sebut biasa artinya dari segi kegunaannya yang bersifat atau hanya untuk pengoprasian jahit menjahit saja.
   Secara kecepatan dan modernnya biasanya ada istilah mesin jahit klasik dan modern ( high speed)/mekanik, klasik dari sisi pemutarnya tidak menggunakan dynamo/motor kecuali yang sudah di modivikasi ,sedangkan mesin modern(hight speed) pemutarnya sudah langsung menggunakan listrik dengan dynamo/motor yang cukup cepat,mesin high speed ini sangat mudah di operasikan,

Kegunaan mesin ini.
Secara pokok Mesin ini hanya bisa di gunakan untuk menjahit tanpa adanya variasi jahitan yang lain,kecuali di ganti dari sepatunya ( akan di jelaskan macam-macam sepatu jahit), Mesin ini merupakan mesin jahit yang paling umum dipakai. Mesin jahit ini sangat cocok di pakai untuk  segala jenis pakaian yang membutuhkan jahitan (jahitan dasar) tidak adanya variasi jahitan , seperti untuk menjahit kemeja, celana dll. Mesin ini menghasilkan jahitan dengan tipe jeratan kunci.


Saat ini hampir semua konveksi telah beralih/ menggunakan mesin jahit modern ini (jenis hight speeed)karena kelebihannya yang cukup mumpuni untuk keperluan menjahit dalam jumlah yang banyak,selain dari segi operasionalnya juga mudah, ,Mesin jahit modern  ini juga, secara otomatis akan membagikan minyak/oli  ke semua onderdil melalui sumbu-sumbu yang di pasang.dan ada indikatornya jika minyak mulai habis.

Contoh mesin jahit jarum satu terdapat berbagai merek seperti  : Juki Type DDL8300, YAMATA Type-FY5318-SM,TYPYCAL,SUNFA dll

   




Contoh hasil jahitan dari jenis dan fungsi mesin ini



bersambung.....................

Senin, 11 Januari 2016

BAHAN KAOS 1




Berdasarkan bahan dasar pembuatnya, bahan kaos yang terdapat di pasaran ada beberapa macam. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, TC, PE.
Jenis bahan kaos di atas umumnya digunakan untuk kaos oblong. Untuk kaos berkerah atau kaos polo (polo shirt), biasanya digunakan bahan cotton pique atau lacoste. Sedangkan untuk jaket, jumper, atau hoodie biasanya digunakan bahan fleece atau terry.
Jika anda mengutamakan kenyaman, pastikan menggunakan kaos yang menggunakan bahan 100% cotton. Perlul diketahui bahwa masing-masing pabrik kaos menghasilkan kualitas produk yang berbeda, dikarenakan perbedaan bahan baku kapas, perbedaan proses produksi dan quality control, serta perbedaan proses washing serta finishingnya. Oleh karena itu, bagan cotton combed dari pabrik A, bisa saja sedikit berbeda kualitas dan teksturnya dengan pabrik B, demikian pula, produk bahan kaos yang dijual di toko kain X bisa jadi berbeda kualitasnya dengan toko kain Y.
Bahan kaos 100% cotton adalah bahan kaos yang 100% terbuat dari serat kapas alam dan memiliki karakteristik bahan yang relatif halus, dingin, nyaman dipakai, dan menyerap keringat, sehingga sangat cocok dipakai di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia


1.Catton Combed
Serat benang lebih halus. hasil rajutan dan penampilan bahan lebih halus dan rata. Berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya, bahan cotton combed memiliki beberapa jenis yaitu 20s, 24s, 30s, dan 40s. Semakin besar angkanya, semakin halus dan tipis bahannya, dan semakin mahal pula harganya. Untuk kaos distro umumnya menggunakan jenis 20s dan 30s, sedangkan untuk jenis lainnya, biasanya dipakai untuk item dengan design tertentu, seperti kaos khusus wanita atau pakaian dalam, disesuaikan dengan karakter bahannya.

·         Benang 20s : Memiliki ketebalan antara 180 – 220 gram/m2
·         Benang 24s : Memiliki ketebalan antara 170 – 210 gram/m2
·         Benang 30s : Memiliki ketebalan antara 140 – 160 gram/m2
·         Benang 40s : Memiliki ketebalan antara 110 – 120 gram/m2
·       


·         


bersambung............